https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/issue/feed Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan 2024-02-13T06:42:15+00:00 Admin Jurnal admin@journalbalitbangdalampung.org Open Journal Systems <p><em><strong>Development Innovation: Jurnal Kelitbangan (JIP)</strong></em> is a journal that provides a source of scientific information aimed at researchers, research institutions, government agencies, and stakeholders in all fields. JIP publishes original research manuscripts, reviews articles, studies, and case studies that focus on research:</p> <div> <ol> <li class="show">Public Culture</li> <li class="show">Government</li> <li class="show">Information and communication technology</li> <li class="show">Social and Cultural Rights</li> <li class="show">Health</li> <li class="show">Economics</li> <li class="show">Agriculture</li> <li class="show">Technique</li> <li class="show">Education</li> <li class="show">Energy</li> <li class="show">Transportation</li> <li class="show">Tourism</li> </ol> </div> https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/view/409 PENCEGAHAN KEKERASAN ANAK TERHADAP PRINSIP MANUSIA PANCASILA DEMI TERCIPTANYA KEADILAN 2023-12-13T19:54:49+00:00 Subakdi Subakdi handoyoprasetyo1234@gmail.com <p><em>The future of a nation is determined by a child. Children who are part of the nation's successors should need protection to ensure harmonious physical, mental and social growth in order to avoid deviant behavior in accordance with Article 28B paragraph 2 of the 1945 Republic of Indonesia Law, every child has the right and obligation to build a nation and country. Therefore, the interests of children are highly prioritized to be protected from all forms of inhumane treatment, especially those that can result in violations of human rights. The fact is that the increase in violence against children in Indonesia is still a hotly discussed issue. The author uses a literature study method with a normative juridical approach with the aim of providing some insight into violence that occurs in children in relation to the human principles of Pancasila. The rise of violence against children is not only about human rights violations, but also violations of the values of the human principles of Pancasila, especially the second principle of just and civilized humanity and the fifth social justice for all Indonesian people.</em></p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/view/407 ANALISIS KETERSEDIAAN MATERIAL UTAMA PEMBANGUNAN IBU KOTA NEGARA TAHAP I 2023-12-13T19:55:18+00:00 Pratin Bin Darmadi pratinstanppk@pknstan.ac.id <p>Ibu kota negara merupakan komponen yang signifikan menggambarkan identitas nasional dan juga merupakan pusat politik, memiliki fungsi penting dalam perdebatan kekuasaan. Salah satu tahapan penting dalam awal pembangunan IKN adalam pembangunan infrastruktur jalan/jembatan, sumber daya air, dan bangunan gedung. Penelitian ini melakukan analisis kebutuhan material utama dalam pembangungan infrastruktur IKN tersebut.</p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/view/464 ANALISIS KEBIJAKAN AKUNTANSI ATAS PEMANFAATAN ASET TETAP BADAN LAYANAN UMUM (BLU): STUDI KASUS PADA POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN 2023-12-13T19:55:44+00:00 Oke Wibowo okewibowo@pknstan.ac.id <p>Pemanfaatan Aset Tetap BLU yang optimal akan menghasilkan sumber PNBP bagi BLU itu sendiri. Tapi dalam pelaksanaanya dana yang didapatkan oleh BLU ini terdapat perlakuan yang berbeda. Ada pihak yang mengatakan tidak peduli apakan itu sesuia tusi atau non tusi BLU yang bersangkutan, dana yang diterima bisa dimanfaatkan secara langsung oleh BLU yag bersangkutan. Ada pula yang berpendapat apabila Aset yang dimanfaatkan tersebut adalah sesuai tusi BLU, maka bisa langsung dimanfaatkan, sebaliknya bila tidak sesuai tusi BLU maka harus dimasukkan ke dalam PNBP Lainnya, yang artinya tidak boleh secara langsung dimanfaatkan oleh BLU yang bersangkutan. Dengan melihat masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ttik temu yang seharusnya dilakukan oleh BLU terhadap hal ini.</p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/view/465 PEMBAYARAN EX GRATIA SEBAGAI SOLUSI PADA KLAIM ASURANSI YANG DITOLAK 2023-12-13T19:56:01+00:00 Surahmad d Surahmad1970@gmail.com <p>Pembayaran klaim asuransi secara <em>ex gratia</em> adalah penyelesaian klaim asuransi yang keadaannya tidak dijamin dalam polis asuransi dan juga bukan tanggung jawab dari perusahaan asuransi. Urgensi dari adanya pembayaran klaim asuransi secara <em>ex gratia</em> adalah maraknya kasus penolakan klaim asuransi yang dialami oleh nasabah asuransi yang mana hal ini merugikan pihak tertanggung, selain itu tertanggung juga tidak mengetahui penyelesaian pembayaran secara <em>ex gratia</em>. Selain itu juga untuk menjawab isu-isu hukum yang terjadi dimasyarakat mengenai pembayaran klaim asuransi secara <em>ex gratia</em> yaitu perihal legalitas dari pembayaran klaim asuransi secara ex gratia dan juga penyelesain pembayaran klaim asuransi secara <em>ex gratia</em>. Penelitian ini menggunakan pendekat yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan juga pendekatan konsep. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pembayaran klaim asuransi secara <em>ex gratia</em> walaupun belum diatur secara eksplisit dalam undang-undang namun tetap tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang ada karena hal ini tersirat dalam beberapa undang-undang. Selain itu penyelesaian pembayaran klaim asuransi secara <em>ex gratia</em> yaitu dengan mengajukan surat permohonan kepada perusahaan asuransi lalu perusahaan asuransi akan memproses klaim <em>ex gratia</em> tersebut.</p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/view/154 PERANAN PERBANKAN DALAM MENGHADAPI PENGARUH GLOBALISASI EKONOMI 2023-12-13T19:56:12+00:00 Dian Sera Fauzela tamajunio@gmail.com <p>Globalisasi adalah kondisi yang harus dihadapi oleh semua negara. Kenyataan ini memaksa terjadinya perubahan pada sektor-sektor yang berperan aktif dalam perekonomian. Salah satunya adalah keberadaan sektor perbankan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami peranan perbankan dalam menghadapi globalisasi serta faktor-faktor&nbsp; yang mampu mendukung upaya tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hukum normatif dengan melakukan analisis kajian pustaka sebanyak-banyaknya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasanya &nbsp;bank&nbsp; harus bertransformasi dalam bentuk <em>digital bankin</em>g sebagai upaya melaksanakan perannya di era globalisasi dan faktor-faktor&nbsp; yang &nbsp;mendukung transformasi tersebut adalah investasi teknologi serta dengan &nbsp;tidak melupakan kondisi pasar dan <em>customer</em> yang dilayani.</p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/view/466 ANALISIS POTENSI UNGGULAN DAN DAYA SAING SEKTOR PERTANIAN DI KOTA SAMARINDA DAN KOTA BALIKPAPAN 2023-12-26T06:10:48+00:00 Almas Izza Mazaya b300200175@student.ums.ac.id <p>Pemerintah daerah perlu mengidentifikasi sektor-sektor unggulan yang ditentukan oleh kriteria seperti laju pertumbuhan ekonomi,&nbsp;penyerapan tenaga kerja,&nbsp;keterkaitan sektor,&nbsp;dan nilai tambah.&nbsp;Kota Samarinda dan Balikpapan memiliki potensi besar di sektor pertanian yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.&nbsp;Analisis LQ dan <em>Shift Share</em> digunakan dengan microsoft excel.&nbsp;LQ digunakan untuk mengidentifikasi sektor basis dan non-basis,&nbsp;sementara <em>shift share</em> digunakan untuk menguji kinerja sektor ekonomi di kedua kota. Berdasarkan analisis <em>Location Quotient</em>&nbsp;,&nbsp;sektor pertanian di Kota Samarinda dan Balikpapan dikategorikan sebagai sektor nonbasis dengan kontribusi yang hanya mencukupi kebutuhan lokal.&nbsp;Analisis <em>Shift Share</em> menunjukkan pertumbuhan sektor pertanian yang cepat dan lebih kompetitif,&nbsp;meningkatkan daya saing Kota Samarinda dan Balikpapan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sektor pertanian di Kota Samarinda dan Balikpapan termasuk sektor nonbasis dengan produksi yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal</p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/view/447 TATA KELOLA PEMERINTAH DESA TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DESA KALIDAWIR KECAMATAN TANGGULANGIN 2024-02-13T06:42:15+00:00 tryara yulia banobe tiarayulia045@gmail.com Lailul Musryidah Lailulmursyidah@umsida.ac.id <p class="s21"><span class="s19"><span class="bumpedFont20">Abstrak:</span></span> <span class="s14"><span class="bumpedFont20">Tujuan a</span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">rtikel </span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">ini </span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">untuk</span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20"> mengetahui tata kelola Pemerintah Desa dalam meningkatkan pelayanan publik Desa Kalidawir Kecamatan Tanggulangin</span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">. Masalah difokuskan pada</span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20"> penerapa tata kelola pemerintah desa</span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">. </span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">Pendekatan </span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">masalah ini </span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">mengacu </span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">teori </span></span><span class="s20"><span class="bumpedFont20">good governance</span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">. </span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">Penulis mengumpulkan daya dengan mewawancarai narasumber, melakukan pengamatan, serta studi dokumentasi,</span></span> <span class="s14"><span class="bumpedFont20">yang kemudian menganalis data dengan cara </span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">kualitatif. &nbsp;Kajian ini menyimpulkan bahwa</span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20"> Pemerintah Desa </span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">dalam penerapan 4 pilar </span></span><span class="s20"><span class="bumpedFont20">good governance</span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20"> ya</span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">itu </span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">akuntabilitas, transparansi, keterbukaan, dan aturan hukum telah berjalan dengan baik pada umumnya</span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20"> meskipun ada beberapa kekurangan seperti kurangannya partisipasi masyarakat dalam mendukung tata kelola pemerintagan. Dalam pelakasnaannya terdapat beberapa hambatan yaitu adanya resistensi dari birokrasi, kurangnya kemampuan teknis perangkat desa, kondisi sosio kultural, dan kurangnya kesadaran dan pendidikan masyarakat</span></span><span class="s14"><span class="bumpedFont20">. </span></span></p> <p class="s24"><span class="s22"><span class="bumpedFont20">Kata Kunci</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20"> : </span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">Administrasi</span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">, </span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">Pelayanan</span></span> <span class="s23"><span class="bumpedFont20">publik</span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">, </span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">Tata kelola</span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">.</span></span></p> <p class="s24">&nbsp;</p> <p class="s26"><span class="s25"><span class="bumpedFont20">Abstract: </span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">The article aims to understand the governance of the Village Government in improving public services in Kalidawir Village, Tanggulangin District. The problem focuses on the implementation of village government governance. In order to approach this problem, theoretical references from good governance are used. Data was collected through interviews, observation and documentation which were analyzed qualitatively.</span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20"> T</span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">his study concludes that the </span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">Village </span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">Government in implementing the 4 pillars of good governance, namely accountability, transparency, openness and the rule of law, has generally gone well even though there are several shortcomings such as a lack of community participation in supporting government governance. In its implementation, there are several obstacles, namely resistance from bureaucracy, lack of technical capability of village officials, socio-cultural conditions, and lack of community awareness and education</span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">. </span></span></p> <p class="s26"><span class="s25"><span class="bumpedFont20">Keyword</span></span><span class="s25"><span class="bumpedFont20">s</span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">: </span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">Administration</span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">, </span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">Governance</span></span> <span class="s23"><span class="bumpedFont20">, </span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">Public service</span></span><span class="s23"><span class="bumpedFont20">.</span></span></p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/view/467 KEMITRAAN MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA 2024-01-10T06:52:55+00:00 Taufik Raharjo taufik.raharjo@pknstan.ac.id <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pola kemitraan dalam mendorong ketahanan pangan di Desa Krandegan Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan wawancara dengan beberapa informan yang berkompeten. Penelitian ini menemukan bukti bahwa ketahanan pangan di Desa Krandegan tidak dapat terjadi tanpa adanya pola kemitraan yang bagus antar beberapa pihak/ aktor yang berkolaborasi. Pihak/aktor yang berkontribusi dalam kerjasama ini antara lain Pemerintah (Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, dan Pemerintah Kabupaten), Pebisnis, Komunitas, Akademisi, dan Media. Dalam pola ketahanan pangan desa, Pemerintah Desa tidak dapat menjadi tokoh tunggal atau tidak dapat berdiri sendiri mengatasi gejolak ketahanan pangan. Namun Pemerintah Desa merupakan driver atau penggerak atas pola kemitraan yang mampu mendorong dan menciptakan ketahanan pangan bagi masyarakat desanya.</p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##